Jumat, 24 Februari 2012

Pertanyaan Seputar Aqidah

Tanya : Apakah iman itu tauhid ?
Jawab:
Tauhid adalah mengesakan Allah dengan apa yang khusus bagi Allah dan wajib bagi Allah. Sedangkan iman adalah membenarkan, yang mencakup pengertian menerima dan pasrah. Diantara keduanya( iman dan tauhid) terdapat pengertian yang umum dan khusus. Setiap orang yang bertauhid tentu mukmin dan setiap mukmin tentu bertauhid dalam pengertian secara umum. Akan tetapi terkadang, pengertian tauhid itu lebih khusus ketimbang iman, dan begitu juga sebaliknya, pengertian iman lebih khusus dari pada pengertian tauhid. Wallallahua'lam

Tanya : Islam dan iman apa bedanya?
Jawab:
Islam dalam pengertian secara umum adalah beribadah kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyariatkan sebagaimana yang dibawa oleh utusanNya sejak para rasul itu di utus hingga akhir kiamat. Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh -'alaihis salam- berupa hidayah dan kebenaran, dan juga dibawa oleh Musa yang dibawa oleh Isa dan mencakup yang dibawa oleh Ibrahim sebagaimana yang diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayatNya yang menunjukkan bahwa syariat terdahulu seluruhnya adalah Islam kepada Allah -'azza wa jalla-.

Sedangkan Islam dalam pengertian secara khusus setelah diutusnya nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah ajaran yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menghapus seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya.

Orang-orang yahudi adalah orang-orang muslim pada zaman nabi musa, demikiaan pula orang nasrani muslim pada zaman isa. Namun ketika telah diutus Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- kemudian ia mengkufurinya maka mereka bukan menjadi muslim lagi.

Oleh karena itu tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk orang-orang yahudi dan nasrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah sebagaimana agama Islam. Bahkan orang yang berkeyakinan seperti itu berarti telah kafir dan keluar dari agama Islam, sebab Allah -ta'ala- telah berfirman :

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

"Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam "
(QS Ali Imran : 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Barangsiapa mencari suatu agama selain Islam maka tidak akan diterima agama itu dari padanya"
(QS Ali Imran : 85)

Islam yang dimaksudkan adalah Islam yang dianugerahkan Allah kepada Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- dan umatnya. Allah berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu sebagai agamamu"
(QS Al Maidah : 3)

Ini adalah ayat (nash) yang amat jelas yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- bukan pemeluk Islam. Oleh karena itu agama yang mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan bermanfaat pada hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang lurus. Salah besar seorang yang menilai Yahudi dan nasrani sebagai saudara atau bahwa agama mereka pada hari ini sama pula seperti yang dianut oleh pendahulu mereka.

Jika kita katakan bahwa Islam berarti menghambakan diri kepada Allah dengan menjalankan syariatNya, maka dalam artian ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepadaNya secara lahir dan batin. Maka ia mencakup seluruh aspek aqidah, amalan maupun perkataan.

Namun jika kata Islam itu disandarkan dengan iman, maka Islam berarti amalan - amalan perbuatan yang lahir berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan iman adalah amalan batin yang berupa aqidah dan amalan hati.

Perbedaan istilah ini bisa kita lihat dalam firman Allah :

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ

"Orang-orang arab badui itu berkata Kami telah beriman. Katakanlah kepada mereka: kamu belum beriman tetapi katakanlah kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian" (Al Hujurat:14)

Mengenai kisah nabi Luth, Allah -ta'ala- berfirman :

فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (35) فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah
dari orang-orang yang berserah diri"
(Adz Dzariyat:35-36)

Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim. Rumah yang berada di negeri itu lahirnya adalah rumah yang islami namun ternyata di dalamnya terdapat isteri Luth yang menghianatinya dengan kekufurannya. Adapun siapa saja yang keluar dari negeri itu dan selamat, maka mereka itulah kaum beriman yang hakiki, karena keimanan itu telah benar - benar masuk ke hati mereka.

Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih jelas lagi dalam hadits Umar bin khatab bahwa Jibril -'alaihi salam- pernah bertanya kepada Nabi mengenai Islam dan iman. Maka beliau menjawab "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan (ilah) selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan dan berhaji di baitullah".

Mengenai iman beliau menjawab: "Engkau beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, utusan-utusanNya, hari akhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan yang buruk."

Intinya, pengertian islam secara mutlak adalah mencakup seluruh aspek agama termasuk iman. Namun jika istilah islam itu disandinggkan dengan iman, maka islam ditafsirkan dengan amalan lahir berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan iman ditafsirkan dengan amalan batin berupa keyakinan dan amalan hati.
(bersama Syaikh Shalih Al Utsaimin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar