Loading...

Rabu, 25 Juli 2012

Khutbah Iedul Adha 1431 H.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله اكبر (٩) الله اكبر ولله الحمد.الحمد لله الّذي جعل هذا اليوم عيدا للمسلمين، وجعل عبادة الحجّ وعيد الأضحى من شعائر الله واحيائها من تقوى القلوب. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد انّ محمدا عبده ورسوله المبعوث رحمة للعالمين بشيرا ونذيرا وداعيا الى الله بإذنه وسراجا منيرا، امّا بعد : اوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته وقد فاز المتقون. قال الله تعالى : يا ايّها الّذين امنوا اتّقوا الله حقّ تقاته ولا تموتنّ الا وانتم مسلمون، وقال ومن يعظّم شعائر الله فانّها من تقوى القلوب، وقال : ربّ اشرح لي صدري ويسّرلي امري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي

Allahu Akbar x 3
Pagi ini kita umat Islam di tanah air, juga di seluruh penjuru dunia bersama-sama merayakan Hari Raya Iedul Adha yang agung ini. Untaian Takbir, Tahlil, dan Tahmid kita kumandangkan dengan penuh khidmat seraya merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Besar, dan menyadari betapa kecilnya kita di hadapan-Nya.
Hari Raya Iedul Adha, esensinya adalah pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Makkah Al-Mukarromah, karenanya disebut Iedul Hajj dan penyembelihan hewan qurban yang disebut dengan Iedul Qurban atau Iedun Nahr .

Allahu Akbar x 3 walillaahil hamd.
Perayaan Iedul Adha harus senantiasa diorientasikan pada peningkatan dua hal, yakni : 1) Mewujudkan hubungan makhluk agar semakin dekat dengan Al Khaliq dan 2) meningkatkan hubungan kasih sayang antar sesama makhluk.
Ibadah haji adalah salah satu barometer kualitas keimanan dan ketaqwaan seorang muslim dalam memenuhi rukun Islam. Ia menjadi tolok ukur bagi sempurnanya dien kita. Orang yang menunaikan haji, berarti telah berusaha memenuhi kewajiban syari’at secara kaffah, sehingga nilai keislamannya diharapkan lebih sempurna daripada yang belum melaksanakannya. Dan diantara indikatornya adalah menjadi lebih gemar melakukan hal-hal yang ma’ruf dan sholeh serta semakin meningkat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, sebagai buah manis dari ibadah haji yang mabrur.
Pada tanggal 9 Dzulhijjah, para jamaah haji melakukan wuquf di padang Arafah. Sebagai rukun (inti) ibadah haji, wuquf merupakan simbol persamaan aqidah dan pandangan hidup umat manusia. Dengan pakaian ihram yang serba putih, mereka khusyu’ dan tadharru’ menghadap Allah SWT. Tidak ada perbedaan antara yang besar dan yang kecil, kaya dan miskin, berpangkat dan rakyat biasa. Mereka itu sama, dan perbedaan keimanan dan ketaqwaan seseoranglah yang akan dinilai oleh Allah SWT.

Dengan hikmah wuquf kita diberi kesempatan untuk muhasabah, menyadari betapa kebanyakan dari kita sering sekali meremehkan kebaikan, terutama dalam ibadah wajib seperti shalat. Ketika adzan berkumandang di samping kanan kiri telinga kita dan kita tahu bahwa suara itu menyeru kita untuk shalat. Tetapi banyak diantara kita yang tetap asyik dengan segala kesibukan kita, bahkan kadang tidak tergerak sedikitpun bibir kita untuk menjawabnya apa lagi memenuhi panggilan itu. Kita juga sering mengkufuri nikmat Allah, pandai berkeluh kesah, berburuk sangka kepada-Nya, dan berbuat dzalim kepada sesama. Kita kadang malas beramal sholeh, cenderung kikir dan bakhil, sering dijajah amarah, pandai menyalahkan orang lain, mudah putus asa, dan masih banyak lagi kekurangan lainnya yang menyebabkan rahmat dan pertolongan Allah jauh dari kita.

Pada 9 Dzulhijjah kita juga disunnahkan untuk puasa Arafah, puasa yang bertepatan dengan Saudara-saudara kita yang sedang wuquf di Arafah. Dengan puasa ini, sekali lagi kita diingatkan agar berjuang memerangi pengaruh syahwat yang merupakan akar terjadinya banyak kemaksiatan. Sedangkan banyak kemaksiatan merupakan sebab diturunkannya berbagai macam musibah dan bencana. Akar kemaksiatan itu ada 3, yakni : 1) terikatnya hati pada selain Allah, 2) mengikuti potensi marah, dan 3) mengikuti hasrat syahwat. Dengan puasa ini kita diharapkan mampu mengikis habis akar-akar kemaksiatan tersebut, sehingga janji Allah berupa diampuninya dosa-dosa selama satu tahun yang telah lalu dan yang akan datang dapat kita raih. Dengan puasa yang mengharuskan kita merasa lapar dan dahaga, hakikatnya kita berusaha menutup rapat pintu-pintu masuknya syaitan ke dalam benteng hati kita. Sebab, perut kenyang itu dapat menguatkan syahwat dan akan mengakibatkan munculnya 6 hal dalam diri kita :
1. Menghilangkan rasa takut kepada Allah
2. Menghilangkan rasa kasih sayang terhadap makhluk lain
3. Mengganggu ketaatan kepada Allah
4. Bila mendengarkan ucapan hikmah kita tidak mendapatkan kelembutan
5. Bila kita berbicara tentang ilmu, tidak bisa menembus hati orang lain
6. Akan menimbulkan banyak penyakit jasmani dan rohani

Allahu Akbar x 3 walillaahil hamd.
Dalam syariat haji yang telah Allah wajibkan atas kita, sejatinya terkandung hikmah dan manfaat yang sangat besar, diantaranya :
1. Meningkatkan nilai rohaniah (nilai spiritual). Orang yang berhaji, menunjukkan bahwa aspek rohaniahnya telah sampai pada tingkat yang tinggi, matang dan kuat. Perasaan mahabbah dan ketulusan hatinya untuk menggapai ridha dan pahala Allah benar-benar lekat dan semakin tertancap dalam jiwanya.
2. Meluaskan wawasan dan latihan kehidupan. Dalam melaksanakan manasik haji, banyak dijumpai peristiwa dan kesulitan-kesulitan yang harus diatasinya. Karenanya dibutuhkan kesabaran, kesungguhan hati dan kesempurnaan ikhtiyar, serta bertawakkal kepada Allah dalam menghadapinya.
3. Menggalang ukhwah dan persatuan. Ibadah haji dalam konteks sosial, merupakan moment sakral untuk membangun persaudaraan, persatuan, persamaan hak dan kewajiban, serta mengangkat tinggi harkat, martabat dan derajat hak asasi manusia. Di hadapan Allah mereka merasa satu dan sama , meskipun dari latar belakang ras, suku, bahasa, etnis, warna kulit, dan bangsa yang berbeda.
4. Meraih banyak keutamaan dan pahala di Tanah Haram, diantaranya :
a. Menyaksikan bangunan Ka’bah yang megah sebagai kiblat sholat kaum muslimin sedunia. Di salah satu sudutnya terdapat Hajar Aswad yang apabila kita menyentuh/ menciumnya, Rasulullah SAW bersabda :

انّ مسحهما يحطّان الخطيئة [رواه النسائي
“Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) akan menghapus dosa-dosa“ (HR. Nasa’i)

b. Apresiasi Rasulullah SAW tentang keutamaan sholat di Masjidil Haram :

صلاة في المسجد الحرام افضل من مائة الف صلاة فيما سواه [رواه احمد وابن ماجه
“Shalat di Masjidil Haram itu lebih utama dibandingkan seratus ribu kali sholat di tempat lain“ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

c. Keutamaan sholat di Masjid Nabawi (Madinah) :

صلاة في مسجدي هذا خير من الف صلاة فيما سواه [رواه البخاري ومسلم
“Satu kali sholat di Masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali sholat di masjid lain“ (HR. Bukhori Muslim).

d. Di sana Allah juga anugerahkan mata air terbaik di muka bumi ini. Air yang telah menyimpan pesan kebaikan jutaan manusia selama ribuan tahun sejak zaman Nabi Ibrahim as sampai sekarang. Rasulullah SAW bersabda :

ماء زمزم لما شرب له [رواه ابن ماجه واحمد
“Air Zamzam itu tergantung niat orang yang meminumnya“ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Apabila engkau meminumnya untuk berobat maka Allah akan menyembuhkanmu, bila niatnya untuk menghilangkan dahaga Allah akan menghilangkannya, dan bila niatnya untuk menghilangkan rasa lapar Allah akan mengenyangkanmu.

Banyak yang menganggap bahwa meminum air zamzam untuk niat kesembuhan dari penyakit hanyalah sebagai sugesti saja. Tetapi menurut seorang peneliti tentang hakikat kekuatan air, Dr. Masaru Emoto dan rekannya Kazuya Ishibashi mengatakan bahwa air itu mampu merespon perilaku yang diberikan kepadanya, baik berupa kata-kata, tulisan, gambar, maupun suara. Jika air diberi respon positif (termasuk do’a), ia akan membentuk menjadi kristal air heksagonal (segi enam) yang sangat indah sekali. Sebaliknya jika air diberi respon negatif misalnya kata-kata kotor, ia akan terlihat buruk sekali bentuknya. Dalam air sebenarnya terdapat efek gelombang energi yang disebut HADO, ia bisa berfungsi sebagai antioksidan. Dari HADO ini kemudian bisa diformat efek energi dalam air untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Air zamzam dengan kandungan HADO yang sangat tinggi bisa menyembuhkan penyakit, menghilangkan lapar dan haus apabila kita minum, itu karena tubuh kita sendiri terdiri 70 % atas air. Bahkan otak yang kita gunakan untuk berpikir mengandung 74,5 % air. Wallaahu a’lam.

Allahu Akbar X3
Setelah sholat Iedul Adha, disyariatkan bagi kita yang mampu untuk menyembelih hewan qurban, sebagaimana juga dilaksanakan oleh umat-umat sebelum kita. Allah berfirman :

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” ( QS. Al Hajj : 34 ).

Ibadah qurban merupakan syariat dalam Islam yang juga berorientasi sosial. Kita diperintahkan pada hari ini agar berbagi kebahagiaan dengan orang lain, terutama fuqara dan masakin yang hidupnya serba kekurangan. Begitu pentingnya anjuran qurban, sampai-sampai Rasulullah berkata : “ Barang siapa yang telah mendapatkan kesempatan / kemampuan kemudian ia tidak berkurban, maka sungguh jangan mendekati tempat shalat kami ” (HR. Ahmad).
Hikmah lain dalam ibadah qurban juga mendidik kita dalam upaya tazkiyyatun nafsi (membersihkan jiwa) dari nafsu-nafsu bahimiyah (kebinatangan) pada diri kita. Diantaranya, sifat egois yang ingin selalu menang dan benar sendiri, takabbur lagi angkuh, ambisius, gila hormat dan kekuasaan, senang menindas, dzolim terhadap sesama, dan sifat-sifat buruk lainnya yang apabila telah mendominasi diri kita menyebabkan kedudukan kita jauh lebih rendah, hina dan menyesatkan melebihi binatang itu sendiri.
Dari sinilah kita harus belajar meneladani loyalitas dan keteguhan Nabi Ibrahim dalam memenuhi perintah Allah SWT. Beliau adalah sosok yang teguh imannya, kokoh prinsipnya, dan tak terbandingkan ketaatannya. Bahkan untuk membuktikan ketaatannya kepada Allah, beliau sanggup mengorbankan putra kesayangannya Ismail as untuk disembelihnya. Begitupun dengan keteguhan hati Ismail as yang mampu menepis keraguan sang ayah dan meyakinkannya bahwa perintah qurban atas dirinya adalah benar-benar datang dari Allah SWT. Peristiwa ini diabadikan dalam Al- Qur’an :

“ Maka tatkala Ismail sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama, Ibrahim berkata : "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?" ia menjawab : "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar ". ( QS. Ash Shaffaat : 102 )

Pengorbanan dengan cara menyembelih putranya sendiri, tidaklah mungkin sanggup dilaksanakan oleh seorang ayah yang sangat mencintai putranya, apalagi terhadap anak semata wayangnya yang sudah diharapkan kehadirannya bertahun-tahun. Logika ketidak-mungkinan inilah yang dihembuskan oleh iblis untuk mempengaruhi Ibrahim agar mengurungkan niatnya. Iblis juga membisikkan kepada Ismail dan ibunya, bahwa perintah menyembelih Ismail hanyalah kemauan jahat ayahnya semata. Tetapi, tiga sosok kekasih Allah yang sabar dan telah teruji keimanannya akhirnya dapat menunaikan perintah Allah tersebut dengan baik.

Allahu Akbar x 3
Dalam perjalanan hidup manusia, syaitan dan iblis tidak henti-hentinya dengan gigih mempengaruhi kita agar membangkang terhadap perintah dan ketentuan Allah, serta berusaha menyeret kita ke arah kejahatan hingga memasuki jurang kehancuran. Begitupun yang dialami oleh Nabiyullah Ibrahim ketika hendak memenuhi perintah qurban atas diri Ismail. Padahal Allah selalu mengingatkan kita :

“Janganlah kamu turuti tipu daya syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh kamu yang nyata”. (QS. Al Baqarah : 168)

Syaitan itu ada 2 macam : 1) syaithanul jinni, yang berbentuk jin dan 2) syaithanul insi, yang berbentuk manusia. Jenis syaitan yang kedua inilah yang sering kita jumpai dan sebenarnya jauh lebih berbahaya pengaruhnya. Rasulullah SAW bersabda :
“ Akan ditemukan di belakang saya, satu golongan manusia yang tidak berpedoman kepada petunjuk yang saya berikan, dan tidak berpegang kepada sunnah yang saya gariskan. Akan muncul laki-laki yang hatinya ialah hati syaitan yang bersarang dalam tubuh manusia”.
Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadits yang berisi tentang dialog antara Iblis dengan Nabi Muhammad saw. Kata Iblis : Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama, sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanita-wanita tua, dan sebagian juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia, sehingga ia tidur agar tidak shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka pahalanya akan terhapus.
Pada setiap wanita yang berjalan, syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya. Syaithan juga berkata, ”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak menyadarinya.
Tahukah kamu Muhammad? bahwa ada Rahib yang telah beribadah kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang dido’akan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur sampai ajal menemuinya. Na’uudzu billaahi min dzaalik....

Dari dua hadits di atas kita dapati pesan penting, bahwa betapa gigihnya Iblis dan syaitan berusaha menggoda manusia. Bahkan Iblis menargetkan 1/6 dari manusia di bumi ini agar kufur kepada Allah. Sementara itu kita saksikan, banyak terjadi kerusakan di muka bumi ini yang diakibatkan oleh tangan-tangan manusia yang tidak takut kepada Allah, yaitu tangan orang-orang yang dalam hatinya adalah hati syaitan. Maka apabila musibah datang silih berganti menimpa bangsa ini, mulai dari tragedi tsunami Aceh dan terakhir Mentawai, banjir bandang Wasior, teror gunung merapi, banjir dimana-mana, angin puting beliung, gempa bumi, tanah longsor, semburan lumpur panas, kecelakaan alat transportasi (di darat, laut, dan udara) yang tak terhitung jumlahnya. Belum lagi terus meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global dan perubahan cuaca ekstrim yang apabila terjadi secara radikal, siap-siaplah jika daratan yang kita huni sekarang kelak akan berubah menjadi lautan. Fenomena demikian yang menyebabkan kesulitan ekonomi, kecemasan, kekacauan, dan penderitaan yang berkepanjangan, sangatlah mungkin merupakan adzab peringatan Allah akibat kedzaliman beberapa orang yang tidak amanah sementara orang lain yang tidak berdosa menanggung akibatnya.
Fadhilatus Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali, seorang ulama Yordania mengingatkan kita bahwa bangsa ini terus ditimpa banyak ujian dan musibah itu dikarenakan dua sebab : 1. Penyakit kebodohan terhadap Dien (agama) dan tidak mengetahui syariat Rabbul ‘Aalamiin. 2. Memasyarakatnya kebid’ahan. Jika kita ingin keluar dari kungkungan musibah-musibah ini, obatnya adalah sunnah dan penawarnya adalah ittiba’ kepada Rasulullah SAW. Dan karenanya, untuk bangkit kembali memperbaiki kondisi bangsa yang serba tidak menentu ini, dibutuhkan keteguhan hati, kesabaran dan keikhlasan dalam berjuang pada diri kita, serta dibutuhkan sosok pemimpin yang dijiwai semangat pengorbanan seperti yang dimiliki Nabi Ibrahim as., bukan tipe pemimpin sebagaimana yang disinggung oleh Rasulullah SAW di atas.

Allahu Akbar x 3
Keteguhan hati, kesabaran dan keikhlasan sebagai hikmah terbesar dari syariat qurban memang harus kita miliki. Begitupun dengan suasana hati (kondisi emosional) lainnya harus kita jaga agar tetap sehat dan stabil. Sebab, menurut Dr. Masaru Emoto dalam “The True Power of Water”, bahwa ada korelasi antara keadaan emosi dan kesehatan organ tubuh, atau dengan istilah lain HADO emosi bisa membentuk resonansi dengan organ tubuh. Orang yang tegang dan stress misalnya, itu HADO emosinya beresonansi dengan organ saluran kencing sehingga cenderung ingin selalu buang air. Orang yang mudah tersinggung, HADO pada syaraf parasimpathetic-nya terganggu, ini dapat menyebabkan insomnia (sulit tidur). Orang yang pemarah, sangat beresiko terkena hepatitis, karena HADO pada hatinya terganggu. Orang yang tidak sabar, menyebabkan produksi hormon insulin dalam pankreas menjadi terganggu, ini dapat menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi. Wallaahu a’lamu bishshawaab...Inilah mungkin yang dimaksud oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :

الا وانّ في الجسدمضغة اذا صلحت صلح الجسد كلّه واذا فسدت فسد الجسد كلّه الا وهي القلب [رواه البخاري ومسلم]
“Ingatlah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh itu menjadi baik. Dan apabila segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu menjadi rusak pula. Ingatlah, segumpal daging itu ialah hati “ (HR. Bukhori Muslim).

Allahu Akbar x 3
Hadirin, sidang Shalat Ied rahimakumullaah,
Di akhir khutbah ini saya mengajak kepada jamaah, dengan semangat Iedul Adha dan belajar meneladani semangat pengorbanan Ibrahim dan Ismail as, marilah kita bangun bangsa yang kita cintai ini dengan bersungguh-sungguh membumikan syari’at Allah seperti yang sudah digariskan dalam Al-Qur’an dan As-sunnah. Meskipun ini adalah tugas yang maha berat, tetapi jika kita laksanakan dengan mujahadah penuh optimisme akan rahmat Allah, didasari dengan niat dan i’tikad yang lurus, kemudian kita sempurnakan ikhtiyar, serta bertawakkal kepada Allah, insya Allah apa yang kita cita-citakan akan mendapat pertolongan dari Allah SWT. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, hari ini juga untuk berjuang agar bangsa ini dapat keluar dari belenggu murka Allah menuju suatu bangsa yang kita cita-citakan “Baldatun Thayyibatun warobbun Ghofuur”. Insya Allah...

Saudara-saudaraku yang berbahagia...
Di penghujung khutbah ini, seraya merendahkan hati kita dengan khusyu’ dan penuh harap, marilah kita tengadahkan harapan dan do’a kepada Allah. Semoga segala do’a dan permohonan kita didengar oleh-Nya.
Juga untuk Saudara-saudara kita sedang memenuhi panggilan-Nya ke Tanah Suci, mudah-mudahan Allah berkenan menerima ibadah mereka, Allah jadikan mereka haji yang mabrur, dan Allah ganti jerih payah mereka dengan ridho dan surga-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin...
اللهمّ صلّ على محمّد و على آل محمّد كما صلّيت على ابراهيم وعلى آل ابراهيم، وبارك على محمّد و على آل محمّد كما باركت على ابراهيم وعلى آل ابراهيم انّك حميد مجيد.اللهمّ اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات. اللهمّ اصلح لنا ديننا الّذي هو عصمة امرنا و اصلح لنا دنيانا الّتي فيها معاشنا و اصلح لنا أخرتنا الّتي اليها معادنا واجعل الحياة زيادة لنا في كلّ خير واجعل الموت راحة لنا من كلّ شرّ. اللهمّ انّانسأ لك طول العمر بالطّاعة واختم لنا بالعمل الصّالحة. اللهمّ آت انفسنا تقوها وزكّها انت خيرمن زكّها انت وليهّا ومولاها.اللّهمّ اعزّ الاسلام والمسلين و اصلح ولاة المسلين والّف بين قلوبهم واصلح ذات بينهم وانصرهم على عدوّك وعدوّهم ووفّقهم للعمل بمافيه صلاح الاسلام والمسلين. اللهمّ ارناالحقّ حقّاوارزقنااتّباعه وارناالباطل باطلا وا ارزقنااجتنابه.ربّناآتنافي الدّنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النّار.ربّناتقبّل منّاانّك انت السّميع العليم وتب علينا انّك انت التّوّاب الرّحيم وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته