Loading...

Selasa, 07 Februari 2012

Daging Kurban Untuk Walimah Nikah

Daging Kurban untuk Walimah Nikah
Al-Hathab menukil keterangan dalam ad-Dzakhirah, bahwa penulis kitab al-Qabas mengatakan:
Guru kami, Abu Bakr al-Fihri mengatakan: Jika ada orang menyembelih hewan dengan niat untuk kurban dan aqiqah maka hukumnya tidak sah. Tapi jika digunakan untuk hidangan walimah, hukumnya sah. Perbedaannya adalah, bahwa maksud utama berkurban dan aqiqah itu sama, yaitu menyembelih hewan. Sementara kegiatan dua menyembelih hewan, tidak bisa digabungkan menjadi satu sembelihan hewan.
Sedangkan tujuan utama walimah adalah makanannya (dagingnya). Dan tujuan ini tidaklah bertentangan dengan kegiatan menyembelih. Sehingga memungkinkan untuk digabungkan.
(Mawahibul Jalil, 9/154)
Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih
Jika ada hewan yang memenuhi syarat untuk kurban, seperti usia dan bebas dari cacat maka hewan ini bisa digunakan untuk kurban dan sekaligus untuk hidangan walimah. Sebagaimana dibolehkan untuk memberikan daging ini kepada kerabat dan rekan. Karena tujuan utama walimah adalah memberi makan undangan. Sebagian ulama telah menegaskan bahwa itu dibolehkan. Seperti keterangan al-Kharsyi dalam Syarh Mukhtashar Khalil, beliau menyatakan: “Jika ada orang yang melaksanakan kurban untuk hidangan walimah nikah, kurbannya sah.”
Meskipun para tamu undangan memberikan sumbangan kepada pemilik walimah, tidak mempengaruhi keabsahan kurban, meskipun sumbangan itu berupa uang.
Allahu a’lam

Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 80649
***


1 komentar:

  1. Langsung saja ni. Apakah ada dalilnya baik dari Alqur'an ataupun hadist. Seandainya tdk ada, apakah sahabat Nabi pernah melakukanya?

    Kurban adalah amalan yg semata-mata utk Takarub kpd Allah dan imbalan hanya dari Allah.

    Kalaulah disajikan dlm pernikahan, berarti memberi makan kpd undangan dan kemudian para undangan akan membalas dgn bingkisan dan uang.
    Jadi daging kurban yg dihidangkan tsb tdk murni sbg sodakoh, karena ada imbalan dari undangan. Wassalam.

    BalasHapus